Longsor merupakan salah satu bencana geologi yang sering terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia. Tingginya curah hujan, kondisi topografi yang curam, serta perubahan tata guna lahan menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko ketidakstabilan lereng. Dalam bidang geologi teknik dan geofisika, salah satu metode yang banyak digunakan untuk mengidentifikasi potensi longsor adalah survei geolistrik resistivitas atau Electrical Resistivity Tomography (ERT).
Metode geolistrik resistivitas merupakan teknik investigasi bawah permukaan yang bekerja dengan menginjeksikan arus listrik ke dalam tanah melalui elektroda, kemudian mengukur distribusi hambatan jenis batuan dan tanah. Perbedaan nilai resistivitas tersebut dapat digunakan untuk mengetahui kondisi geologi bawah permukaan seperti lapisan tanah lemah, rekahan batuan, kandungan air tanah, hingga bidang gelincir longsor.
Pencarian Air Bawah Tanah: Mengidentifikasi potensi akuifer dan kedalaman lapisan air tanah. Analisis Kestabilan Lereng: Menilai karakteristik geologi bawah permukaan untuk memprediksi potensi longsor dan merancang solusi mitigasi yang efektif. (1.) Anwar: 081931170246 (2.) Iwan MS Hp : 087839211512 (3.) Erman K (Admin) HP : 081917470909 (4.) Olan HP : 081933132849
Sunday, 10 May 2026
Manfaat Survei Geolistrik untuk Analisis Kestabilan Lereng
Subscribe to:
Posts (Atom)